Jumat, 09 November 2012

Bus

Bus Listrik Karya Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal
 

Bus listrik memiliki kelebihan sebab mampu menghemat biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan bus atau mobil konvensional.

Bus listrik buatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (L
IPI) masih dalam tahap purwarupa (prototype) setelah dikembangkan beberapa waktu lamanya. Tetapi kendaraan tersebut sudah siap diproduksi secara massal.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Peralatan dan Transportasi LIPI Abdul Avid di Jakarta, Senin (01/11). Bus listrik yang diproduksi merupakan mikrobus untuk kapasitas sekitar 12 orang. Bus dilengkapi smart grid sehingga sumber listrik bisa didapatkan dari mana pun, termasuk tenaga surya.

Di dalam bus ini, listrik tersimpan dalam baterai berjenis lithium ferophosphate 320 VOC / 160 Ah. Jumlah baterai yang digunakan 100 buah. Mobil dirancang untuk bisa berjalan hingga kecepatan 100 km/jam dan bisa menempuh jarak 150 kilometer tiap diisi penuh.

Saat kapasitas baterai tinggal 20 persen, akan ada peringatan sehingga baterai tidak benar-benar habis. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian adalah empat jam. Bus listrik memiliki kelebihan sebab mampu menghemat biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan bus atau mobil konvensional.

Usaha ini didukung oleh pihak Pemerintah yang menyatakan serius untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar listrik. Menko Perekonomian Hatta Rajasa bahkan ikut menjajal langsung mengendarai mobil listrik buatan Ahmadi yang sering dipakai oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, serta mobil listrik buatan LIPI.

Menurut Hatta, LIPI sudah membuat kendaraan listrik berupa bus listrik dan juga berbagai macam kendaraan city car sudah masuk katagori skala tujuh dari sembilan. "Skala sembilan sudah siap produksi yang disebut dengan tahap technology readiness. Jadi kita memang merasa yakin untuk siap masuk ke level sembilan," ucapnya.

Sementara Menteri Negara Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengatakan bahwa berdasarkan road map yang telah disusun, produksi 10.000 unit kendaraan listrik akan dilakukan pada 2016. Namun, pemerintah menargetkan produksi mobil listrik dalam jumlah terbatas pada awal 2013. Rencana produksi massal juga akan dipercepat pada tahun 2014 dengan melibatkan tim dari universitas, LIPI, BPPT.
(Gloria Samantha)
satu lagi karya anak bangsa yg wajib didukung

Lagi, karya anak bangsa

Mantap! Kapal Robot UGM Dilirik TNI AL
REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Robot kapal buatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dilirik oleh TNI Angkatan Laut Indonesia. Robot kapal ini menjadi juara 2 Kontes Kapal Cepat Tak Be
rawak Nasional 2012 (KKCTBN) atau Roboboat untuk kategori autonomous.

"Kita sudah mengirimkan proposal terkait kapal robot ini dan akan segera bertemu dengan TNI AL," terang jurus bicara tim robot kapal Safinah One UGM, Malik Khidir di Lembah UGM pada ujicoba robot kapal, Senin (5/11).

UGM sendiri baru pertama kali ini membuat robot kapal. Namun robot seberat 11 kilogram ini berhasil meraih juara 2 di ajang nasional tersebut. Tim Safinah One UGM sendiri beranggotakan mahasiswa Teknik Mesin dan Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA UGM.

Ada 10 mahasiswa yang tergabung dalam tim ini. Mereka adalah Tito Garry Suryo, Ardi Wiranata, Malik Khidir, Erwhin Irmawan, Iqro Kurniawan, Singgih Adhi Susila, M Irfan Riyadi, Febry Mulia Wardhana, Afriani Soraya Sari, dan Nikite Sulistyana.

"Kendala kita adalah, UGM tidak memiliki jurusan atau prodi perkapalan, jadi kita benar-benar otodidak melalui internet," terang Malik.

Meski otodidak kata Malik, namun melalui riset selama dua bulan tim ini mampu menunjukkan prestasi nasional. Bahkan pada 2013 mendatang mereka bersiap mengikuti ajang yang sama tingkat internasional di Virginia pada Juli mendatang.

Diakui Malik, selain otodidak, kapal robot buatan tim UGM ini dibuat dari bahan-bahan bekas sehingga tidak menelan biaya banyak dalam pembuatannya. Pihaknya hanya menghabiskan dana sekitar Rp 10 juta untuk pembuatan kapal robot tersebut. "Ada beberapa bahan yang harus impor dan itu yang mahal," tegasnya.

Robot dapat dijalankan dengan dua menu yakni dengan maupun tanpa remote controle. Bahan bakar yang digunakan adalah tiga baterai litium poliner dengan tegangan 12 volt.

Menurut dia robot memiliki berat sekitar 11 kilogram itu juga dilengkapi dengan dua kamera untuk melihat kondisi sekitar. Rangka robot disusun dari fiber yang memanfaatkan sisa dari mobil Semar UGM.

"Untuk komponen utama seperti SBC, motor, dan ESC masih diimpor dari Amerika Serikat (AS) karena belum diproduksi di Indonesia. Pembuatan robot menghabiskan biaya riset sebesar Rp10 juta," katanya.

Ia mengatakan pihaknya saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan TNI AL untuk mengembangkan robot kapal tanpa awak yang dapat digunakan untuk mengawasi wilayah perairan Indonesia.

"Robot tersebut akan dimodifikasi dengan melakukan sejumlah penambahan komponen seperti teropong, radar, dan menggunakan bahan bakar yang diharapkan bisa menjangkau hingga 30 kilometer," katanya.

Menurut dia, robot kapal tanpa awak itu meraih juara II dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2012 yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Pantai Kartini Jepara, Jawa Tengah, 30 Oktober 2012.

"Kontes tersebut mempertandingkan dua kategori yakni autonomous dan remote controle. Tim UGM berhasil menang dalam kategori autonomous," katanya.

Tim pengembang robot itu merupakan kolaborasi antara mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Jurusan Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA yakni Tito Garry Surya, Ardi Wiranata, Malik Khidir, Erwhin Irmawan, Iqro Kurniawan, Singgih Adhi Susila, Ardi Wiranata, M Irfan Riyadi, dan Febry Mulia Wardhana. (ant/gor)

Jumat, 02 November 2012

Kedatangan Alutsista TNI

Prediksi Kedatangan Alutsista TNI sampai dengan Tahun 2014

___________________________________________________

*Suka, Baca,Tanggapi*

10 Pesawat angkut Hercules type H
16 Pesawat tempur coin Super Tucano ( 4 sudah datang)
16 Pesawat latih Grob G120TP
6 Pesawat latih KT1 Wong Bee
16 Jet tempur T50 Golden Eagle

16 Jet tempur F5E
6 Jet tempur Sukhoi SU30 bersama paket rudal
1 Simulator Sukhoi
24 Jet tempur F16 Blok 52 upgrade batch 1
6 Jet tempur F16 untuk suku cadang
14 Jet tempur F16 Blok 52 upgrade batch 2
10 Pesawat angkut CN295
26 Heli angkut bell 412 EP ( 6 sudah diserahkan)
6 Heli combat EC 725 Cougar
8 Heli serang Apache
5 Heli serbu Mi35 (tambahan)
6 Heli angkut Mi17 (tambahan)
11 Heli anti kapal selam
4 Pesawat patroli CN235 MPA
8 UAV
100 MBT Leopard
100 Panser Anoa Batch 3
300 Rantis 2,5 ton 4x4
400 Truck Angkut Pasukan
900 Roket R-Han
34 Tank Amfibi BMP3F
20 Panser Amfibi BTR80A
18 MLRS Astross II
10 MLRS RM Grad
60 Armed 155mm Caesar
80 Rudal Arhanud jarak pendek
60 Rudal C705
16 Rudal Yakhont
12 Rudal Exocet blok 3
18 Rudal Maverick
36 Rudal AMRAAM
3 Kapal Light Fregat Nachoda Ragam Class
4 Kapal Cepat Rudal Trimaran ( 1 sudah diluncurkan)
6 Kapal Cepat Rudal KCR40 ( 2 sudah diserahkan)
6 Kapal Cepat Rudal KCR60
4 Kapal Landing Ship Tank (LST)
2 Kapal Bantu Cair Minyak (BCM)
1 Kapal Bantu Oceanografi
1 Kapal Latih Layar pengganti Dewaruci
3 Kapal selam jenis Changbogo (datang mulai tahun 2015)
1 Kapal Perusak Kawal Rudal PKR10514 (selesai tahun 2017)